Melanggar Peraturan
Di masa pendidikan yang tekat saat ini, banyak
masalah-masalah baru yang muncul dan berkembang dengan adanya
peraturan-peraturan baru. Setiap sekolah mempunyai peraturannya masing-masing,
maupun itu adil atau tidak, setiap siswa harus menaatinya dan mengikutinya.
Karena mereka bersekolah bukan dengan seenak-enak mereka. Setiap orang harus
belajar untuk menjadi taat terhadap suatu hal. Contohnya adalah kepada orang
tua dan semua peraturan yang tercantum.
Salah satu contoh dari masalah yang timbul dari
ketidaktaatan kepada peraturan adalah: bolos sekolah dan tauran. Yang sedang ngetrend adalah tauran. Dimana
murid-murid menguji nyalinya masing-masing dengan bertengkar memakai
benda-benda berbahaya yang dapat membahayakan orang lain. Penyebab dari tauran
selalu tidak penting dan jelas. Contohnya, bila ada orang mengejek siswa
sekolah lain, kedua sekolah bisa tauran sampai ada yang terluka. Ini
menunjukkan kurangnya pedidikan atas penataan pada peraturan dan kurangnya rasa
kemauniasaan, dimana murid-murid saling melukai seperti binatang yang harus
bertahan hidup.
Penyebab dari pelanggaran aturan adalah: kebebasan yang
diberikan oleh orang tua di rumah, dan relasi dengan teman-teman dan lingkungan
sekitar.
Memang orang tua harus memberikan kebebasan kepada anaknya,
tetapi berlebihan juga dapat bedampak buruk. Kebebasan itu akan berlangsung
juga di lingkungan lain, seperti sekolah. Para remaja berpikir mereka leluasa
untuk melakukan apapun yang mereka inginkan. Melainkan mereka tidak mengetahui
untuk menyesuaikan tingkah laku dengan lingkungan masing-masing.
Aspek yang lain adalah pertemanan dengan orang-orang di
luar rumah dan sekolah. Dimana remaja menghabiskan waktu luang bersama.
Contohnya seperti teman tetangga. Pertemanan ini dapat berdampak baik dan
buruk, itu bergantung dengan siapa para remaja bersosialisasi dengan. Oleh
karena itu, orang tua harus membantu ananknya untuk mencari teman yang baik dan
cocok. Supaya remaja sekarang tidak terjurumus kepda jalan yang salah dan
mempunyai masa depan yang cerah.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home